Pemerintah Kabupaten Toraja Utara tengah merumuskan konsep pengembangan kawasan wisata terpadu yang diproyeksikan menjadi kerangka pengembangan destinasi wisata milik pemerintah daerah. Hingga saat ini, Toraja Utara belum memiliki objek wisata yang sepenuhnya menjadi aset pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Frederik Victor Palimbong saat mengunjungi kawasan Toarco Bokin di Kecamatan Rantebua, Jumat (6/3/2026), bersama Wakil Bupati Andrew Branch Silambi.
Menurut Bupati, sebagian besar destinasi wisata di Toraja Utara saat ini masih berada dalam pengelolaan yayasan maupun keluarga adat Tongkonan, sehingga pemerintah daerah mulai mempertimbangkan pengembangan kawasan wisata yang dapat dikelola langsung sebagai aset daerah.
Pengembangan kawasan wisata terpadu yang dimaksudkan tidak hanya berfokus pada satu jenis destinasi, tetapi memadukan berbagai potensi yang dimiliki daerah dalam suatu lokasi. Konsepnya mencakup agrowisata berbasis pertanian dan kopi, pengembangan lanskap alam, fasilitas olahraga, serta ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk kerajinan dan kuliner.
Dalam kerangka pengembangan destinasi yang lebih beragam, Bupati juga menyinggung pentingnya menghadirkan fasilitas rekreasi yang mampu menarik segmen wisatawan yang lebih luas.
“Toraja Utara juga perlu memiliki fasilitas wisata seperti lapangan golf, sebagaimana yang ada di Kabupaten Pangkep yang dibangun oleh PT Tonasa. Hal seperti itu bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan,” ujar Bupati.
Selain pariwisata, pemerintah Toraja Utara juga menaruh perhatian pada penguatan sektor pertanian dan perkebunan, khususnya komoditas domestik daerah yaitu kopi yang selama ini menjadi salah satu ikon Toraja.
Bupati menjelaskan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian saat ini tengah mendorong program hilirisasi kopi. Pada tahun ini direncanakan pembangunan empat pabrik pengolahan kopi di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan, yakni kawasan Sinjai–Bulukumba, Barru, wilayah Luwu, serta kawasan Toraja, Enrekang, dan Toraja Utara.
Pemerintah Kabupaten Toraja Utara berharap kawasan Toraja dapat menjadi salah satu penerima program tersebut sehingga keberadaan pabrik pengolahan kopi dapat memberikan nilai tambah bagi daerah sekaligus meningkatkan nilai jual kopi petani.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Toarco atas berbagai upaya yang telah dilakukan dalam mengembangkan industri kopi Toraja.
“Pada prinsipnya kami sangat mendukung Toarco. Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan selama ini dan berharap Toarco semakin serius dalam mengembangkan kawasan ini,” ungkapnya.
Diskominfo-SP - 2026















